Perkuat Sinergi Nasional, BRMP Selenggarakan Rapat Kerja 2026
Dalam rangka melaksanakan program pembangunan pertanian diselenggarakan Rapat Kerja BRMP Tahun 2026 Rapat BRMP se-Indonesia dengan tema Penguatan Sinergi, Komitmen dan Koordinasi Program Strategis untuk Akselerasi Kinerja BRMP yang Berintegritas yang berlangsung pada Rabu–Jumat, 25–27 Februari 2026 di Bogor dan Jakarta.
Pada Kegiatan Rapat BRMP, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa stok beras nasional terus menunjukkan tren penguatan dan menjadi fondasi swasembada berkelanjutan. Saat ini, stok beras nasional telah mencapai sekitar 3,5 juta ton dan berpotensi mencapai 6 juta ton dengan peningkatan tren produksi. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memasuki pasar ekspor beras. Melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan, pemerintah menargetkan surplus produksi tetap terjaga guna memperkuat kemandirian serta kedaulatan pangan nasional.
Kepala Badan dalam sambutannya menyampaikan BRMP diberikan mandat untuk mengoordinasikan seluruh program Kementerian Pertanian di daerah. Setiap usulan program CPCL yang sedang berproses wajib melalui BRMP sebagai perwakilan Menteri Pertanian di wilayah, dengan sepengetahuan Direktur Wilayah. Ke depan, seluruh mekanisme pengusulan program akan bertumpu pada BRMP Provinsi sebagai simpul koordinasi dan pengendalian program strategis pertanian.
Selain itu, sebanyak 38 ribu penyuluh pertanian di daerah ditegaskan sebagai perpanjangan tangan kementerian, dengan rencana penataan pembagian tugas yang lebih terstruktur, termasuk 555 penyuluh di lingkup BRMP. BRMP juga mengawal berbagai program strategis lainnya seperti swasembada bawang putih dan hilirisasi pertanian guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk dalam negeri.